Kesehatan Hubungan
Usia 35 tahun adalah batas usia kritis karena
- Mulai fase penuaan (aging)
- Hormon reproduktif (testoteron dan esterogen) mulai perlahan meski belum menopause/andropause (Andropause pada laki-laki kadar testoteronnya menurun meski masih bisa menghamili. Bila Menopause pada perempuan tidak bisa menstruasi lagi, sel telur sudah tidak bisa matang) Menopause dan Andropause menyebabkan depresi
- Pembentukan tulang menurun, malah sudah masuk pembongkaran calsium dari tulang
- Resiko metabolik dan penyakit kronis mulai meningkat dan berdampak pada fungsi seksual. Misalnya hiperkolestrol, hipertensi, dislipidemia, diabetes, kegemukan. Kolestrol meningkat bisa karena testoteron menurun.
Laki bila testoteron menurun bisa
Rentan kolesterol, rentan gemuk, pembakaran di tubuh menurun, metabolisme menurun
- Penurunan elastisitas pembuluh darah penis, kualitas ereksi menurun. Jadi kekerasan penis saat ereksi menurun. Paling bagus seperti timun, lalu seperti pisang belum dikupas kulit, lalu seperti pisang yang telah dikupas kulitnya, lalu seperti tahu lembek banget. Saat masih mudah mudah ereksi, makin tua makin sulit
- Penurunan volume testis perlahan
- Prostat membesar (belum cancer) sehingga mengganggu ejakulasi
- penurunan sensitivitas ujung saraf. Rasa nikmatnya hubungan berkurang
- Penurunan testoteron 1% per tahun setelah usia 30-35 tahun
- Waktu refrakter lebih lama butuh waktu lebih lama untuk ereksi ulang
- Volume ejakulasi berkurang
Perempuan bila esterogen menurun
- Penipisan mukosa (lapisan lendir) berkurangnya lendir lubrikasi
- Menurunnya elastisitas dinding vagina
- Kadar estrogen menurun sehingga terjadi perubahan pada jaringan labia, klitoris dan rugae (seperti ulir) dan pelumasan
- Mulai muncul atrofi urogenital (saluran kencing) di usia 40 tahun
- Penurunan estrogen dan progesteron sehingga libido menurun
- Penurunan hormon DHEA dan testoteron juga pengaruhi gairah seksual. lubrikasi menurun
- Perubahan sirkulasi dan sensitivitas saraf genital
Respon seksual (4 fase Masters & Johnson)
- Eksitasi ereksi/lubrikasi lebih lambat
- Plateau sensasi tidak seintens saat masih muda
- Orgasme (little dead) perempuan bisa kejang Miss V nya bisa berdenyut, Laki juga kejang, jantung seperti berhenti sejenak diikuti ejakulasi Durasi lebih pendek, intensitas turun. Hati-hati untuk laki yang sudah tua bisa sakit jantung
- Resolusi refrakter lebih lama, energi lebih cepat habis
Aspek psikologi dan sosial
- Perubahan persepsi tubuh (body image). Jangan menggunakan KB hormonal karena merusak tubuh jadi tambah gendut, hormon jadi tidak karuan
- tekanan karier dan parenting menyebabkan pengalihan energi psikis. Kalau stress nggak fit
- Hubungan emosional lebih penting daripada performa fisik. Bisa di buat relax dulu agar lebih kuat stamina bertambah dan siap tempur
- Ketakutan akan performa jadi timbul kecemasan seksual
Seks itu yang penting keintiman bukan performanya. Jadi tidak perlu itu obat kuat. Bila hubungan emosional terjaga, kehidupan rumah tangga juga terjaga
Ereksi atau orgasme bukan melambangkan cinta karena ereksi atau orgasme itu bisa dipengaruhi hormon, emosi dan kelelahan. Makin tua kan makin sulit
Seks itu bukan cuma untuk yang muda karena bagian dari lifelong, wellbeing bukan untuk saat masa subur saja. Ini adalah puncak keintiman
Faktor yang mempengaruhi sex
- Obat seperti antihipertensi (beta bloker yang menyebabkan pelonggaran sel otot polos menyebabkan organ sex jadi kendor), antidepresan (ada antidepresan yang menyebabkan ereksi), obat penghilang sakit (seperti lidocain menyebabkan durasi ereksi lebih lama) statin efek sampingnya pada seksual. Gel untuk lubrikan ada yang water base ada yang oil base. Yang oil base lebih lengket lebih disuka yang waterbase
- Viagra, sidenafil, dll itu awalnya obat hipertensi melebarkan pembuluh darah, juga untuk tekanan di paru juga jadi darah bisa masuk penis ereksi lebih kuat. memperbaiki sel otot polos di pembuluh darah sehingga sumbatannya hilang
- Penyakit kronik diabetes, jantung, obesitas menyebabkan gangguan di penis karena pengaruh di pembuluh darah di penis ereksi. juga juga berpengaruh pada lubrikasi
- Stress dan insomnia bisa menurunkan libido
Adaptasi dan strategi klinis
- Komunikasi pasangan lebih penting daripada performa di ranjang
- Terapi hormon (jika indikasi) Hormon replacement terapi
- Penggunaan pelumas atau terapi estrogen lokal (estrogen yang dioles di Miss V)
- Psikoterapi, sex konseling, edukasi pasangan
Tips menjaga kesehatan seksual
- Nutrisi seimbang dan olahraga (terutama resistensi). Olahraga ini untuk bisa kontraksi Mr P bisa ereksi lebih keras, Miss V bisa lebih berdenyut
- Tidur cukup jaga sirkadian dan kadar hormon
- Berhenti merokok dan alkohol jaga vaskularisasi untuk sirkulasi pembuluh darah
- Latihan otot dasar panggul (kegel)
60% pria umur 40 anmulai disfungsi ereksi, 40-70% perempuan merasakan perubahan gairah dan lubrikasi butuh waktu lebih lama, jadi perlu lebih sabar. Perempuan saat anaknya kecil tidak mood tapi saat umur 40 tahun sudah ganas-ganasnya.
Comments
Post a Comment