Makanan
Sebenarnya alam semesta memberi kita energi yang dimasukkan dari tubuh melalui unsur alam yang terkandung dalam makanan, cahaya matahari yang mengenai tubuh, udara yang kita hirup.
Karena makanan adalah sumber energi kita dan kita adalah makhluk alam. Jadi makanan yang kita pilih kalau bisa raw material, bukan makanan olahan. Kalau bisa makanan yang berasal dari tanah terkena cahaya matahari, terkena air, dan terkena angin juga. Itulah makanan yang mengandung banyak energi seperti kacang, rumput laut. Ini pencernaan kita akan bisa menghasilkan energi yang lebih baik.
Makanan yang banyak pengolahannya seperti roti, frozen food, mie itu sudah sangat jauh dari alam mudah mengendap di tubuh. frekuensinya rendah, energi yang dihasilkan juga rendah.
Makanan yang mengandung daging ini juga berasal dari alam, kena matahari, jalan juga di tanah, namun hewan ini juga punya otak yang bisa menyimpan trauma. Tau sendiri kan energi tidak bisa dihilangkan, energi trauma dari daging itu bisa ikut masuk ke tubuh kita melalui makanan apalagi bila ayamnya sudah stress mau dibunuh, setelah mati dagingnya digiling itu daging makin stress lagi lalu dijadikan sosis.
Sejak zaman dahulu manusia makan daging juga tidak kenapa-kenapa itu sebenarnya zaman dulu, hewan terbunuh saat hewan itu sudah lemah, sudah tua, larinya sudah lambat, dan lagi dibunuh hanya untuk bertahan hidup bukan untuk hasrat keserakahan akhirnya terjadi perbantaian seperti sekarang, apalagi industri peternakan zaman sekarang bisa membuat ayam yang bisa membesar dalam waktu 21 hari, kalau dulu kan ya ayam membesarnya lama. Ayamnya kan ya lebih stress lagi. Ayamnya tinggal di lab, sudah tidak bisa lagi lari-lari, nyeker di tanah, berjemur matahari, bisa minum dari genangan air hujan, terkena angin dan udara segar dari alam seperti ayam zaman dulu. Ayam sekarang ada yang hidupnya diruangan yang sudah dikondisikan misalnya ruangannya pengap, tidak kena matahari, menginjak lantai yang bukan tanah, air sudah disediakan manusia. Tapi ya tidak apa lho makan daging ini. Saya mengurangi daging tapi terkadang juga masih makan daging masih punya keinginan makan daging, susu, telur dan segala produk hewani
Kacang yang bagus itu sebenarnya yang mentah, tapi bila terlalu keras bisa direbus atau dipanggang sebentar sebenarnya sudah ada zat yang rusak karena pemanasan tapi masih bisa ditoleransi. Selain itu kacang ini juga bisa melatih orang untuk mengunyah, memperlebar rahang dan dapat memperbaiki sistem pernafasan. Karena itulah zaman dulu disebut nasi, jagung, sagu sumber energi utama.
Susu yang paling baik juga susu dari kacang misal almon yang langsung dipanaskan agar agak lunak lalu diblender dengan air atau susu dari kedelai juga bagus. Bukan susu dari sapi, susu sapi kalau menurut buku miracle of enzym karya Dr. Hiromi Shinya itu malah sumber alergen.
Gula dan tepung ini juga termasuk makanan olahan. Gula ini dari tebu prosesnya panjang hingga bisa menjadi gula dan ada banyak campuran kimianya pemutih, pengkristal. Memang kita tidak bisa lepas dari kimia, dan bahan kimia itu juga ada yang hanya sebagai katalisator (perantara reaksi kimia). Berbeda kalau maminum sari tebu asli yang hanya tebu diperes sarinya. Kelebihan gula pada kulit bisa jadi jerawat, kelebihan gula pada anak bisa ADHD, kelebihan gula pada tubuh bisa cancer, kelebihan gula pada orang tua bisa alzeimer. Bila tubuh tidak seimbang menyebabkan sakit. Tepung juga begitu, tepung itu melalui banyak proses kimia hingga menjadi seperti itu. Jadi roti dan mie zaman dulu ya beda dengan zaman sekarang. Apalagi tanamannya sekarang sudah ada rekayasa genetika. Tepung ini termasuk polisakarida yang lebih sulit dicerna juga. Makanya orang diabetes dianjurkan menggunakan buah atau glukosa saja karena ini adalah monosakarida lebih cepat masuk dalam pencernaan. Gula pengganti seperti Sakarin itu tidak mengatasi masalah, tapi malah membuat elektrolit tubuh tambah tidak karuan. Jadi solusinya kurangi saja gula dan tepungTapi kembali lagi saya hanya berbagi pengetahuan tidak menyuruh atau melarang makanan tertentu, saya juga masih menggunakan gula dan tepung tapi sesekali saja.
zaman sekarang setelah diteliti karbohidrat menghasilkan gula yang dapat menyebabkan Diabetes melitus, dan dikatakan zaman sekarang beredar banyak kasus Diabetes melitus hal ini karena aktivitas orang zaman sekarang dan zaman dulu beda. zaman dulu lebih banyak aktivitas fisiknya mau mandi masih harus menimba air, zaman sekarang mau mandi tinggal putar kran air sudah keluar sendiri, bahkan ada yang tidak perlu diputar hanya ditoel saja. Jadi sebenarnya manusia zaman sekarang ini tidak perlu terlalu banyak makan karena tidak banyak beraktivitas. Kegiatan kita sekarang ini seperti orang zaman dulu yang sedang bertapa duduk diam, hanya pikiran yang bekerja loncat sana-sini dan orang zaman dulu saat bertapa itu bisa tidak makan sampai 40 hari. Jadi sebenarnya kita sekarang ini bisa tidak makan selama 40 hari.
Zaman sekarang kita sudah kelaparan, sakit perut dan berbagai penyakit dan penderitaan lainnya bila tidak makan 40 hari meski kerja kita duduk diam di depan komputer otak berpikir saja. Dulu orang meditasi pikiran fokus tapi relax sekarang orang bekerja pikiran penuh tekanan, ditambah gelombang otak sudah dikacaukan oleh gelombang elektromagnetik peralatan elektronik. Apalagi pikiran kita sejak kecil sudah diinstal kata-kata "ayo makan nanti sakit lho!" Dan kata-kata ini yang diucapkan orang tua (figur otoritas), diulang-ulang maka sangat mudah masuk ke pikiran bawah sadar kita, dimana pikiran bawah sadar ini sangat bisa mempengaruhi tubuh. Ditambah lagi industri makanan zaman sekarang yang bisa menciptakan makanan mengandung gula, msg, garam untuk menambah citarasa makanan dan membuat lidah ketagihan, saat makan hormon bahagia keluar. Akhirnya kita ketagihan makanan, hidup kita untuk makan bukan makan untuk bertahan hidup, seperti kita tau saat hormon bahagia (dopamin) kita keluar butuh dosis lebih dan lebih untuk mencapai kebahagiaan yang sama. Akhirnya tubuh ini tidak kuat bila tidak makan dalam waktu tertentu. Gula ini bisa merangsang dopamin itulah kenapa orang stress suka makan yang manis-manis
Industri makanan sekarang ini menciptakan makanan dengan bentuk yang unik untuk merayu mata agar kita tertarik memakannya (makanya tidak heran kue tart yang dihias cukup cantik harganya jauh lebih mahal daripada makanan yang bentuknya sembarangan), lalu ketika mendekatinya aroma yang menggoda gurih, manis, harum, setelah mencicipinya ada rasa yang enak ditambah saat hidung menghirup ada aroma yang enak. Rasa makanan enak itu bukan karena murni dari lidah lho tapi juga dari aroma dari hidung, makanya makanan sekarang banyak yang diberikan flavor. Bilangnya jus strawberry tapi yang ada diberi campuran senyawa kimia tertentu (satu flavor ini bisa terdiri dari 30 bahkan lebih zat kimia yang dicampur) yang menciptakan bau strawberry segar saat tertangkap hidung padahal rasanya plain. Saya dulu saat bekerja di industri pembuat flavor pernah mencicipi air putih diberi flavor strawberry serasa makan strawberry padahal saat hidung saya tutup hanya lidah saja yang merasakan, lidah saya bilang rasanya plain ke arah pahit bukan rasa strawberry. Inilah alasan kenapa orang sakit pilek yang hidungnya penuh ingus sulit mencium merasakan makanan jadi tidak enak semua. Apalagi kerenyahan bunyi kres atau kriuk yang dirasakan telinga ini makin menambah citarasa makanan. Inilah saatnya hormon Dopamin membanjiri tubuh kita.
Hal ini berlaku juga untuk orang yang ketagihan like di media sosial, media sosial like itu diciptakan agar kita merasa dihargai, diterima, dicintai sebagai perhatian teman, setalah mendapat like kita bahagia, hormon bahagia kita keluar, makin banyak like kita makin bangga kita nih kita. Apalagi sekarang ada hadiah saat follower banyak, saat like banyak, saat penonton banyak. Bisa jadi selebgram makin mendapat perhatianlah dari dunia. Wah tambah membuat kita ketagihan dan sulit lepas dari sosial media. Apalagi kalau curhat di sosial media kita, teman-teman bisa perhatian "Loh kamu kenapa? kamu yang kuat ya, si A memang setan, bla bla bla...." energi negatif sebenarnya membesar, tapi kan perasaan kita menjadi seperti mendapat perhatian kan. Akhirnya sosial media itu juga dapat keuntungan dari iklan-iklan. Aplikasi yang paling banyak diakses sekarang ini juga dapat menghasilkan uang lho untuk pembuat aplikasinya. Semakin tidak bisa lepas dari peralatan elektronik dan gelombang elektromagnetik yang dihasilkan alat elektronik makin rusak otak dan sel-sel kita. Karena itulah orang zaman sekarang banyak yang mentalnya lemah mudah stress, marah, menyebabkan tubuhnya jadi lemah juga bahkan banyak yang berkeinginan bunuh diri
Makan buah dan sayur ya makan yang dalam bentuk buah dan sayur asli saja, tapi industri makanan dan farmasi sekarang makin maju, membuat suplemen dari ekstrak buah yang katanya boost vitamin yang dapat diekstrak tubuh lebih banyak. Tapi bahan tambahan dalam pembuatan tablet itu juga ikut masuk dalam tubuh kita lho. Selain itu ada kandungan buah dan sayur yang hilang. Serat dari sayur itu ada yang hilang oke lah ada fiber sintetik yang dimasukkan dalam suplemen ini tapi kan berbeda sudah bentuknya. Yang paling penting bila dalam bentuk suplemen kita tidak mengunyah ini menyebabkan saluran nafas kita mengecil. Belum lagi bahan tambahan makanan pewarna, flavor yang ditambahkan dalam bentuk suplemen makanan.
Makanan fermentasi itu juga baik karena mengandung asam, mengandung bakteri yang bisa sebagai sumber protein. Memang makanan fermentasi umumnya tidak terkena sinar matahari karena akan mematikan bakteri. Tapi bakteri ini sendiri bisa membantu pencernaan dan penguraian makanan menjadi energi. Bakteri ini juga bisa membantu mengontrol gula darah. Dan memang ada vitamin yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh manusia karena itulah usus manusia dipenuhi bakteri. Bakteri dan ragi nya itu sendiri harus makan makanan alami tidak bisa kalau diberi makan bahan kimia. Ya okelah gula sucrosa yang sudah sudah mengalami banyak proses kimia dia bisa makan. Sucrosa itu oleh bakteri dipecah lagi menjadi molekul gula yang elbih sederhana seperti fruktosa dan glukosa, serta ada vitamin yang dibentuk. Jadi bakteri dan ragi ini tetap terbentuk dari habitat alami dan unsur alam.
Okelah kita tidak bisa lepas dari proses kimia mengingat pembentukan energi dalam tubuh juga melalui proses kimia. Semua yang kita masukkan ke tubuh akan mempengaruhi tubuh, pikiran dan perasaan kita. Tapi kita bisa memilih yang semurni mungkin, yang paling mendekati proses alami, itulah yang paling baik.
Semakin makan senatural mungkin (buah, sayur, biji-bijian) akhirnya sel tubuh dalam tubuh ternutrisi dan nggak mudah menua, nggk mudah mati sehingga membuat kita jadi terlihat awet muda wajahnya tidak sesuai umurnya, emosi lebih stabil. Kesehatan makin terjaga.
Bila ingin tau apa yang baik untuk tubuh bisa dengan kinesiologi. Sel kita kan mengandung kecerdasan semesta jadi sel kita itu cerdas dia bisa tau mana yang baik dan tidak untuk kelangsungan hidupnya. Bila kita dekat dengan bahanbyang mengganggu kelangsungan hidup sel, maka otot kita akan melemah. Ini cara yang paling mudah daripada mikir rumit hehehe...
Comments
Post a Comment