Teknik Bernafas
ini adalah rangkuman cara bernafas dalam bukunya James Nestor berjudul Breath intinya
Bernafas melalui hidung, bernafas lambat dan lebih sedikit dapat menyebabkan meningkatkan karbondioksida dalam darah. CO2 berfungsi untuk mengatur sel yang membutuhkan O2. Tanpa CO2 orang akan kekurangan O2
Tutup Mulut Anda
Bernafas harus menggunakan hidung karena saat bernafas melalui mulut, katekolamin dan hormon-hormon yang berkaitan dengan stress memuncak, menunjukkan bahwa tubuh berada di bawah tekanan fisik dan mental. Bakteri difteri Corynebacterium juga bisa menghuni hidung menjadi sinus. Udara tidak disaring bulu hidung tidak dipadatkan, keluar-masuk mulut yang menganga dapat membuat jaringan lunak di tenggorokan meruntuh sehingga membuat orang mendengkur, apnea tidur, hipertensi dan masalah metabolik dan kognitif.
bernafas melalui mulut kadar gula darah tidak berpengaruh, ion kalsum juga tidak berpengaruh signifikan. Kadar laktat dan ukuran dari respirasi anaerobik menurun. lebih banyak energi aerobik yang membakar oksigen. hilangnya air yang diembuskan melalui nafas.
bernafas melalui mulut mudah letih, mudah marah, mudah tersinggung dan cemas. Bau nafas dan poliuria. Perasaan kosongm pandangan nanar, nyeri lambung
Bernafas melalui hidung
Bernafas melalui hidung dapat menyebabkan tekanan darah turun, kadar CO2 naik, denyut jantung normal, dengkuran saat tidur berkurang, infeksi bakteri hidung berkurang, energi makin besar, lebih menyegarkan, mengurangi tersedak dimalam hari, mengurangi alergi dan sumbatan hidung kronis.
Menghembuskan Nafas
melatih menghembuskan napas lebih panjang dan di dalam prosesnya, melakukan apa yang telah lama dianggap mustahil secara biologis. Penderita emfisema melaporkan pemulihan yang nyaris total dari kondisi yang selama ini dianggap tidak dapat diobat, penyanyi mendapat lebih banyak resonansi dan nada suara mereka, penderita asma tidak lagi mengalami serangan asma dan pelari olimpiade mendapatkan medali emas.
Mungkin kedengarannya sangat mendasar, tetapi pengembusan nafas yang penuh jarang dipraktekan. Di setiap napas, sebagan besar dari kita hanya melibatkan sebagian kecil dari kapasitas total paru sehingga mewajibkan kita untuk bernafas lebih banyak, tetapi mendapat lebih manfaat. Salah satu langkah pertama dalam napas yang sehat adalah memperpanjang napas, menggerkkan diafragma sedikit lebih naik dan turun dan mengeluarkan udara lama dari kita sebelum memasukkan udara baru.
Perbedaan dari bernafas dengan pola yang teratur dan dengan pola yang telah diubah adalah setara dengan perbedaan di antara beroperasi di puncak efisiensi dan beroperasi ala kadarnya saja
Sebuah mesin tidak harus berada dalam kondisi puncak untuk bekerja, tetapi kinerjanya akan lebih baik jika ia berada dalm kondisi puncak
Mengunyah
Manusia purba rongga sinus besar, rahang kuat, gigi rata, gigi bungsu (gigi bungsu ini jangan dicabut karena masih bisa mencegah mengecilnya rahang lebih jauh) yang tumbuh tidak baik karena mereka banyak mengunyah. Tulang wajah manusia saat di abad 20-an dengan makanan yang telah dihaluskan, lunak dan dioleh berlebihan mempengaruhi bentuk mulut. Diet yang harus dijalani adalah makanan yang lebih kasar, lebih mentah, lebih utuh dan substansial. Jenis makanan yang memerlukan satu atau dua jam mengunyah dengan keras dalam sehari. Dan diantara waktu-watu itu, bibir dikatupkan, gigi atas dan bawah saling menyentuh ringan dan lidah di langit-langit mulut. Mengunyah dapat memperingan pekerjaan lambung.
Sekali, lebih banyak Bernafas
Selama beberapa dekade terakhir, bernafas secara berlebihan telah mendapat nama buruk, dan itu memang pantas. Memberi terlalu banyak udara sehingga melebihi kebutuhan tubuh memang merusak paru sampai ke tingkat seluler. Sekarang ini, tanpa disadari, sebagian besar dari kita bernafas lebih banyak dari yang seharusnya
Tetapi sengaja bernafas berlebihandalam waktu singkat dan padat bisa berdampak menyembuhkan hanya melalui gangguan yang disengajalah kita bisa normal kembali. itulah yang dilakukan oleh teknik-teknk seperti Tummo, Sudarshan, Kriya dan pranayama yang keras, teknik-teknik itu sengaja membuat tubuh stress, mengejutkannya sehingga tubuh bisa berfungsi dengan lebih benar selama 23,5 jam lainnya dalam sehari. Pernafasan berlebihan secara sengaja akan mengajar kita untuk menjadi pilot dari sistem saraf otonom dan tubuh kita dan bukan sekedar penumpang.
Menahan Napas
Amigdala, kelerjar pendek di kedua sisi kepala yang membantu mengatur persepsi takut dan emosi, juga mengendalikan aspek-aspek pernafasan. Pasien epilepsi yang area-area otaknya ini dirangsang dengan elektroda, langsung berhenti bernapas. Pasien -pasien itu sama sekali tidak menyadainya dan sepertinya tidak merasa bahwa CO2 naik lama setelah pernapasannya berhenti.
Komunikasi di antara kemoreseptor dan amigdala berjalan 2 arah. Struktur ini terus saling bertukar informasi dan menyesuaikan napas, setiap detik dari setiap menit dari setiap hari. Jika komunikasi ini putus, terjadi kekacauan.
Kecemasan kemungkinan besar besar mengalami masalah hubungan diantara area-area ini dan bisa tanpa sengaja menahan napas sepanjang hari. Hanya ketika tubuh menjadi terlalu terbebani oleh CO2-lah kemoreseptor bergerak dan memicu sinyal darurat ke otak untuk segera bernapas. Secara refleks, pasien mulai berjuang untuk bernapas. Mereka jadi panik.
Pada akhirnya, tubuh mereka menyesuaikan diri untuk menghindari serangan yang tidak diduga itu dengan tetap berada di keadaan siaga, dengan selalu terus bernafas secara berlebihan di dalam upaya untuk menjaga CO2 serendah mungkin.
Apa yang dialami pasien anxiety adalah reaksi yang sangat alami mereka bereaksi kepada kedaruratan di dalam tubuh, bisa saja kecamasan itu, pada akhirnya sama sekali bukan masalah psikologis
Pendekatan ini memang masih teoritis,kata Feinstein memperingatkan, dan perlu diuji lebih lanjut dan itulah yang akan ia lakukan dan perlu diuji lebih lanjut dan itulah yang akan ia lakukan di tahun mendatang. Tetapi jika itu memang benar, itu bisa menjelaskan mengapa begitu banyak obat tidak mempan untuk panik, kecemasan dan kondisi lain yang berkaitan dengan perasaan takut, dengan bagaimana cara kerja terapi pernapasan yang lambat dan stabil
Cara Kita Bernapas Memang Penting
Napas yang sempurna adalah Hirup napas selama sekitar 5,5 detik, kemudian embuskan selama 5,5 detik. Itulah 5,5 napas per menit unuk jumlah sekitar 5,5 liter udara. Bernafas dengan perlahan lebih sedikit melalui hidung, dan embusan yang panjang (hitungan kuranglebih 4 detik tarikan 2 detik tahan 6 detik hembuskan 2 detik tahan).
Berbagai teknik bernafas
Nafas bergantian cuping hidung (Nadi Shodhana)
Teknik pranayam standar ini meningkatkan fungsi paru-paru dan menurunkan denyut jantung, tekanan darah dan stress simpatetek ini adalah teknik efektid untuk dilakukan sebelum rapat, acara atau tidur.
- (Tidak wajib) penempatan tangan : Tempatkan ibu jari kanan dengan lembut di luar cuping hidung kanan dari jari manis kanan di cuping hidung kiri. Jari telunjuk dan tengah bertengger di antara alis
- Tutup cuping hidung kanan dengan ibu jari dan hirup napas melalui cuping hidung kiri dengan sangat perlahan
- Pada puncak napas, berhenti sejenakm tutup kedua cuping hidung, lalu sedikit angkat ibu jari untuk mengembuskan napas melalui cuping hidung kanan
- Pada akhirnya pengembusan yang alami, tutup kedua cuping hidung sejenak lalu hirup napas melalui cuping hidung kanan
- Lanjutkan bernafas bergantian melalui cuping hidung selama 5-10 siklus
- Duduk tegak sehingga tulang punggung lurus dan dagu tegak lurus dengan tubuh
- Hirup napas dengan lembut melalui hidung. Di puncak napas mulailah menghitung lembut dengan suara keras dari 1-10 berulang-ulang (1,2,3,4,5,6,7,8,9,10;1,2,3,4,5,6,7,8,9,10)
- Di saat anda mencapai akhir yang alami dari embusan napas, teruslah menghitung tetapi melakukannya secara berbisik, memberikan suara memudar dengan lembut. lalu teruskan sampai hanya tinggal bibir yang bergerak menghitung dan paru-paru terasa benar-benar kosong
- Hirup napas besar dan lembut lagi dan ulangi
- Lanjutkan sebanyak 10-30x siklus atau lebih
- Duduk tegak, lemaskan bahu dan perut, dan hembuskan nafas
- Hirup nafas dengan lembut selama 5,5 detik, mengembangkan perut di saat udara mengisi bagian bawah paru-paru.
- Tanpa berhenti sejenakm embuskan dengan lembut selama 5,5 detik, mengempisakn perus di saat paru-paru kosong. Setiap napas harus terasa seperti sebuah lingkaran.
- Ulangi sedikitnya 10x, atau lebih banyak bila memungkinkan
- Tempatkan arliji yang mempunyai jarum penunjuk detik atau telepon seluler yang mempunyai stopwatch di dekat anda
- Duduk tegak dengan punggung lurus
- Jepit kedua cuping hidung dengan ibu jari dan jari telunjuk salah satu tangan, kemudian embuskan napas dengan lembut melalui mulut sampai embusan berhenti secara alami
- Nyalakan stopwatch dan tahan napas
- Ketika anda merasakan hasrat kuat pertama untuk menarik napas, catat waktunya dan hirup napas dengan lembut
- Embuskan napas dengan lembut dan tahan napas separuh dari waktu penahanan napas di teknik perhentian sejenak yang terkendali (misalnya, jika perhatian sejenak yang terkendali adalah 40 detik, maka menahan napas mini adalah 20 detik)
- Ulangi dari 100 - 500x sehari. Mungkin akan membantu jika anda memasang penanda waktu setiap sekitar 15 menit untuk mengingatkan.
- Bernapaslah dengan normal melalui hidung dan senandungkan lagu atau suara apapun
- Lakukan sedikitnya 5 menit sehari, atau lebih banyak bila memungkinkan
- Berjalan atau berlari selama sekitar 1 menit sambil bernapas normal melalui hidung
- Embuskan napas lalu jepit hidung sambil menjaga kecepatan.
- Ketika anda merasakan lapar-udara, lepaskan hidung dan bernapaslah dengan sangat lembut, sekitar separuh dari apa yang terasa normal, selama sekitar 10-15 detik
- Kembalilah ke napas normal selama 30 detik
- Ulangi sampai sekitar 10 siklus.
- Duduk tegak dan embuskan napas lembut, lalu jepit kedua cuping hidung sampai menutup
- Usahakan untuk menjauhkan pikiran dari penahanan napas; guncangkan kepala ke atas-bawah atau kiri-kanan; pergi berjalan sebentar atau melompat dan lari
- Setelah anda merasakan lapar-udara yang kuat, hirup napas yang sangat lambat dan terkendali melalui hidung (jika hidung masih tersumbat, bernapaslah dengan lembut melalui mulut dengna bibir dikerutkan
- Lanjutkan napas yang tenang dan terkendali ini selama sedikitnya 30 detik - 1 menit
- Ulangi langkah-langkah ini sampai 6x
- Falim, permen karet Turki, sekeras kulit sepatu dan setiap buahnya bisa bertahan selama sekitar 1 jam. Untuk saya, yang paling bisa dikunyah adalah jenis mint yang tak bergula. (Rasa lainnya, seperti carbonat, mint grass, dan jenis yang bergula, cenderung lebih lunak dan tidak enak)
- Mastic Gum, yang dibuat dari getah semak Pistacia lentiscus, telah ditumbuhkan di kepulauan Yunani selama ribuan tahun. Beberapa mereknya tersedia melalui peritel daring. Rasanya tidak enak, tetapi bisa menawarkan latihan kuat rahang
- Cari tempat yang tenang dan berbaring telentang dengan satu bantal di bawah kepala. Lemaskan bahu, dada, tungkai kaki.
- Lakukan 30 napas yang sangat dalam, sangat cepat ke dasar lambung dan biarkan keluar kembali. Bila mungkin bernapaslah melalui hidung; jika hidung terasa tersumbat, cobalah bernapas dengan bibir dikerutkan. Gerakan dari setiap hirupan harus tampak seperti ombak, mengisi lambung lalu dengan lembut bergerak ke atas melalui paru-paru. Embuskan napas dengan mengikuti gerakan yang sama, kosongkan lambung lebih dulu lalu dada di saat udara tertuang ke luar melalui hidung atau bibir yang dikerutkan.
- Di akhir 30 napas, embuskan sampai "perhentian embusan yang alami", meninggalkan sekitar seperempat udara di paru-paru. Tahan napas itu selama mungkin
- Setelah anda mencapai batas mutlak dari penahanan napas, hirup 1 napas besar dan tahan selama 15 detik lagi. Dengan sangat lembut, gerakkan napas segar kita mengelilingi dada, lalu ke bahu, lalu embuskan dan memulai pernapasan berat lagi.
- Ulangi seluruh pola ini disedikitnya 3x
- Duduk di kursi atau bersila dan tegak di lantai dan lemaskan bahu
- Tempatkan 1 tangan di area pusar dan perlahan-lahan bernapas ke dalam perut. Anda harus bisa merasakan perut mengembang bersama setiap hirupan napas, mengempis bersama setiap embusan napas. Lakukan ini beberapa kali
- Selanjutnya, pindahkan tangan beberapa centimeter ke atas sehingga berada di bagian bawah rongga rusuk. Fokuskan napas ke tempat tangan berada, mengembangkan rusuk bersama setiap hirupan, menciutkannya bersama setiap embusan. Lakukan ini sekitar 3-5x napas.
- Pindahkan tangan tepat di bawah tulang selangka. Hirup napas dalam-dalam ke arean inii dan bayangkan dada merentang ke luar dan menciut bersama setiap embusan napas. Lakukan ini beberapa kali napas.
- Hubungkan semua gerakan semua gerakan ini menjadi satu napas, menghirup napas ke dalam perut, bagian bawah rongga rusuk lalu dada
- Embuskan ke arah sebaliknya, pertama-tama mengosongkan dada, lalu rongga rusuk, lalu perut. Anda boleh menggunakan tangan dan meraba setiap area itu di saat anda menghirup dan mengembus napas.
- Lanjutkan urutan yang sama selama sekitar selusin kali
- Hirup napas sampai hitungan ke-4; tahan 4 hitungan; hembuskan 4 hitungan; tahan 4 hitungan. Ulangi.
- Hirup napas sampai 4 hitungan; tahan 4 hitungan; embuskan 6 hitungan; tahan 2 hitungan. Ulangi
- Pergilah ke taman rumput, pantai atau kemana saja yang tanahnya empuk
- Embuskan semua napas, lalu berjalan perlahan, menghitung setiap langkahnya
- Setelah anda merasakan lapar-udara yang sangat kuat, berhentilah menghitung dan hirup beberapa napas yang sangat tenang melalui hidung sambil tetap berjalan. Bernapaslah dengan tenang melalui hidung sambil tetap berjalan. Bernapaslah dengan normal selama sedikitnya 1 menit lalu ulangi urutannya
- Hirup napas, lalu embuskan melalui mulut dengan suara wusss
- Tutup mulut dan hirup napas tanpa suara melalui hidung sampai hitungan ke4
- Tahan samapai hitungan ke7
- tahan samapai hitungan ke 7
- Embuskan sepenuhnya melalui mulut, dengan suara whussh sampai hitungan ke 8
- Ulangi siklus ini untuk sedikitnya 4 napas
Comments
Post a Comment